Skip navigation

Beberapa hari yang lalu, tepatnya hari Rabu, tanggal 20 Desember 2010, kami diundang dalam sebuah acara sosialisasi dan/atau pelatihan mengenai Full e-Procurement yang diadakan oleh  Kementerian Pekerjaan Umum. Ini sebenarnya agak mendadak, karena saya baru diberitahu tentang acara ini pada pukul sembilan kurang, padahal acaranya katanya dimulai pukul sembilan.

Tapi ya sudah. Pokoknya datang saja dulu. Soal terlambat… Ah! Ini kan Indonesia… Winking smile. Berangkat dari kantor sekitar pukul 9.30, dan sampai di Kementerian Pekerjaan Umum sekitar pukul 10 kurang. Memang, acaranya sudah dimulai, tapi belum terlambat kok, karena acaranya juga belum lama dibuka. Pergi ke meja registrasi, mendaftarkan diri, eh dapat snack. Hm, lumayan nih… Open-mouthed smile

Sebelumnya saya juga sudah diberitahu untuk membawa laptop atau notebook yang mempunyai fasilitas wifi. Jadi, saat mencari kursi kosong, saya sambil celingak-celinguk mencari stop kontak alias colokan listrik nganggur. Wah… sepertinya sudah habis. Dan saya lihat, banyak peserta lain yang juga tidak kebagian. Ya sudah, nanti saja deh buka laptopnya.

Sekarang, mendingan buka dulu kotak snack-nya, sambil baca-baca makalah yang tadi diberikan di meja registrasi. Eh, terlampir juga jadwal acaranya. Dan kalau menurut jadwal tersebut, acara bakal berlangsung sampai sore. Diselingi waktu ISHOMA alias Istirahat, Sholat dan Makan, dari jam dua belas sampai jam satu siang. Dapat makan gak ya? Ah, lihat nanti sajalah. Sekarang, makan saja dulu yang ada. Sambil mendengarkan para pembicara di depan sana, yang menerangkan garis besar tentang acara ini.

Kalau dari yang saya dengar, sepertinya tidak terjadi banyak perubahan, dari proses eProcurement ini. Tapi mungkin nanti akan ada lagi yang baru, saat tahap simulasi dimulai. Beberapa peserta sudah bertanya tentang beberapa hal yang mungkin kurang jelas buat mereka. Saya sendiri lebih memilih diam, karena sampai sekarang, saya tidak menemukan sesuatu yang bisa dipertanyakan. Artinya, dari semua yang diterangkan oleh pembicara di depan sana, nyaris semuanya sudah saya ketahui. Ya, ada sih yang belum, tapi itu juga langsung terwakili oleh pertanyaan teman-teman peserta lain… Sarcastic smile

Sambil mendengarkan, saya periksa kelengkapan laptop yang tadi dibawakan untuk saya. Dan ternyata, ada satu benda yang kurang. Namanya… apa ya? Saya juga tidak tahu. Tapi itu adalah semacam converter, untuk steker alias colokan listrik. Gambarnya seperti di bawah ini:

Steker

 

Nah, benda yang tidak ada itu adalah yang berada di sebelah kiri di gambar tersebut. Yup. Laptop yang saya bawa, memang menggunakan steker kaki tiga, seperti yang di sebelah kanan di gambar itu. Ya sudah, sms ke kantor aja deh, minta dibawakan. Sengaja, saya tidak menelepon. Selain untuk lebih menghemat pulsa Hot smile, juga karena saya tidak ingin mengganggu konsentrasi peserta lain yang sedang asyik mendengarkan penjelasan dari para pembicara di depan. Dan jawabannya segera muncul. Nanti disusulkan, kira-kira begitu balasan sms yang saya dapat.

Untungnya, sesi simulasi dimulai sesudah sesi ISHOMA, jadi masih ada waktu buat saya menunggu benda tersebut dikirimkan kepada saya.

Dan ternyata panitia penyelenggara menyediakan makan siang. Menunya…. apa ya? Gak tau deh. Pokoknya dari hokben, hehe. Lumayan. Setelah dapat jatah, segera saya ngeloyor ke teras. Dan di situ ternyata sudah banyak peserta lain yang “ngedeprok” di lantai teras, dan makan di situ. Ya sudah, ikut saja deh. Sambil celingak-celinguk, saya mencari-cari kalau ada orang yang tidak memakai sumpit. Hehe, memang norak sih. Tapi biarin, yang penting kenyang Winking smile. Norak kok cari teman, hehe.

Sesudah selesai makan, saya masih sempat menunggu, sambil melakukan beberapa aktifitas lain. Kiriman yang tunggu belum datang juga nih. Mudah-mudahan sih sudah sampai sebelum acara dimulai lagi.

Dan doa saya terkabul. Terima kasih, Tuhan! Smile

Masuk kembali ke ruangan, saya kembali celingak-celinguk mencari stop kontak nganggur. Rupanya panpel sudah menyediakan banyak tambahan stop kontak. Ya sudah, cari yang terdekat, lalu saya tancapkan steker laptop yang saya bawa ke salah satu stop kontak yang ada, dan mulai duduk sambil memangku laptop. Eh, tapi beberapa orang malah menggunakan kursi lain sebagai meja. Dan tampaknya jumlah kursi memang berlebih. Ok, saya juga mau begitu. Jadi, saya tarik satu kursi ke hadapan saya, saya balik posisinya jadi menghadap ke arah saya, dan menaruh laptop yang saya bawa di situ.

Setelah login, langsung cari-cari wifi. Ada beberapa. Konek langsung deh ke internet. Nggak kok, saya tidak membuka situs macam-macam. Saya cuma buka Situs Kementerian Pekerjaan Umum. Kan materinya juga tentang pelelangan yang berada di situs alias web tersebut.

Dan, seperti dugaan saya semula. Tidak banyak perubahan yang terjadi, bila dibandingkan dengan yang sudah saya ketahui. Saya hanya mencatat ada 2 (dua) perubahan yang dilakukan, yaitu bahwa pihak Pusdatin sudah menambah bandwith mereka, sehingga batas upload untuk satu file, yang semula 5 MB, menjadi 10 MB, per file. Lumayan, bisa mempercepat juga. Yang kedua adalah bahwa jika perusahaan kita, dalam mengikuti pelelangan, ternyata dengan status Joint Operation (JO) dengan perusahaan lain, maka userID yang sudah dimiliki tidak dapat digunakan, dan harus mendaftarkan (registrasi) lagi untuk mendapatkan userID yang baru, yang terkait dengan JO tersebut. Selama JO-nya dengan perusahaan yang sama, userID tersebut dapat digunakan, untuk semua proyek yang ada di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. Namun jika pihak JO berubah, maka harus registrasi ulang lagi.

Itu saja perubahan yang saya catat. Selainnya, sama saja. Bahkan saat simulasi dilakukan, saya bisa mengikutinya dengan lancar, karena tahapan-tahapannya memang tidak berubah banyak.

Oiya, sekitar jam tiga sore, ada break sebentar selama 15 (lima belas) menit. Dapat snack lagi! Alhamdulillah… Open-mouthed smile

Dan, acarapun berakhir sekitar jam 16.30 alias setengah lima sore. Cepat-cepat deh telepon ke kantor minta dijemput.

Sudah rindu dengan istri nih… GirlRed heart

Udara yang kita hirup setiap detiknya, juga jantung yang terus bekerja selama puluhan tahun non-stop, membuktikan bahwa hidup ini adalah keajaiban…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: